Menyelami Kehidupan Sang Ratu Musik

Beyonce Knowles, Mantan Anggota Grup Destiny's Child
Beyonce Knowles, Mantan Anggota Grup Destiny’s Child

Siapa tak kenal Beyonce Knowles. Sang Quuen Bey. Ia bukan penyanyi yang bergelimang gosip. Popularitas Beyonce didulang prestasi. Dalam sejarah Grammy Awards saja, ia merupakan orang ketiga yang memboyong paling banyak piala. Dari total 46 nominasi Grammy Awards, Beyonce memenangkan 17 penghargaan.

Disebut-sebut, Beyonce merupakan selebriti kedua yang paling banyak mendapat penghargaan, setelah Michael Jackson, idolanya. Penghargaan didapatnya saat solo karier maupun bersama Destiny’s Child.

Tahun 2014, Time pernah memasukkannya dalam deret 100 orang paling berpengaruh di dunia. Majalah Forbes juga menganggap Beyonce salah satu selebriti paling berpengaruh. Mengalahkan suaminya sendiri, Jay Z, dan Oprah Winfrey.

Beyonce mulanya hanya gadis biasa yang dilahirkan di Houston, Texas, pada 4 September 1981. Ayahnya, Matthew Knowles, yang belakangan menjadi manajer Beyonce, merupakan seorang manajer penjualan di sebuah perusahaan. Sedang ibunya, seorang penata rambut yang memiliki salon sendiri.

Bakat Beyonce sudah diketahui sejak kecil. Saat SD, ia mengikuti kelas menari. Kemampuan menyanyinya muncul ke permukaan secara tak sengaja. Saat instruktur tarinya menyenandungkan sebuah lagu, tanpa sadar Beyonce menuntaskannya.

Tak sekadar menyanyikan sampai akhir, nadanya pun sempurna. Ia bahkan tak kesulitan mencapai nada-nada tinggi. Di usia 7 tahun, ia bisa mengalahkan remaja berumur 15 sampai 16 tahun dalam sebuah kompetisi menyanyi di sekolah. Sejak itu, ia selalu dimasukkan ke sekolah dengan kekhususan di bidang musik.

Namun, itu tak membuat Beyonce langsung berkibar sebagai musisi bertalenta. Bersama grup gadis-gadis remaja bernama Girl’s Tyme, ia pernah gagal dalam kompetisi pencarian bakat di televisi. Usai itu, ayah Beyonce memutuskan mundur dari pekerjaannya dan menggarap serius Girl’s Tyme.

Kelompok itulah yang menjadi cikal bakal Destiny’s Child, tempat Beyonce pertama mengembangkan kariernya. Girl’s Tyme berganti nama menjadi Destiny’s Child di tahun 1996, dan dengan segera mencapai puncak popularitas. Sayang, tahun 2001 grup itu memutuskan membiarkan masing-masing personelnya bersolo karier.

Pada 2002, akhirnya Beyonce masuk dapur rekaman. Debut solonya merupakan duet dengan Jay Z dalam album 03 Bonnie & Clyde.

Setahun setelahnya, Beyonce merilis album solo pertama: Dangerously in Love. Di dalamnya, ada pula duet Beyonce dan Jay Z. Setelah Dangerously in Love, hanya butuh tiga tahun bagi Beyonce untuk meluncurkan album kedua, B’Day. Album itu dirilis bersamaan dengan ulang tahun ke-25 Beyonce.

Setelah itu, album-album musik Beyonce bermunculan. Terakhir, 2013 lalu ia meluncurkan album bertajuk namanya sendiri: Beyonce.

Infotainment mencatat, kerja sama Beyonce dan Jay Z dalam 03 Bonnie & Clyde merupakan awal kedekatan keduanya. Beyonce juga pernah muncul sebagai model video klip untuk Jay Z, memerankan kekasihnya. Tahun 2008, akhirnya keduanya memutuskan menikah.

Beyonce akhirnya mengandung sekitar tahun 2011. Kehamilannya itu diumumkan melalui cara yang tak biasa. Saat tampil bersama Jay Z di MTV VMA 2011, Beyonce melakukan hal tak terduga. Ia meletakkan microphone-nya, dan membuka blazer-nya. Dengan lembut, Beyonce lalu membelai perutnya.

“Malam ini saya ingin kalian merasakan cinta yang tumbuh di dalam tubuh saya,” katanya. Pengumuman kehamilan itu langsung dicatat Guinness World Records sebagai tweet terbanyak dalam satu acara. Bagaimana tidak, Twitter menerima hampir 9000 unggahan per detik berkaitan dengan itu.

Kata ‘Beyonce Pregnant’ juga menjadi hal yang paling banyak dicari dalam Google selama akhir Agustus 2011.

Akhirnya, Beyonce melahirkan pada 7 Januari 2012. Putrinya diberi nama Blue Ivy Carter. Sejak kecil, ia sudah dilimpahi kasih sayang. Sang ayah langsung mendedikasikannya sebuah lagu. Dunia sempat penasaran akan wajah Blue Ivy karena Beyonce menjaga ketat kehamilan dan proses melahirkannya. Namun akhirnya, Blue Ivy ditampilkan di hadapan publik.

7 Peraih Nobel ini Akan Datang ke Indonesia Tahun Depan

Cewek Peraih Nobel
Cewek Peraih Nobel

Beruntung banget deh para mahasiswa dan civitas akademika di 13 kampus di Indonesia. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan menuntut ilmu dari para pemenang Nobel. Para peraih Nobel tersebut akan datang ke Indonesia pada Januari – Maret 2017 dalam rangka ASEAN “Bridges – Dialogues Towards a Culture of Peace” ke-6. Acara ini difasilitasi International Peace Foundation yang berpusat di Wina, Austria.

Beberapa kampus yang beruntung menjadi tuan rumah dalam acara ini adalah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Binus School Simprug Jakarta, Universitas Binus Jakarta, IPEKA Sekolah Kristen Terpadu Jakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) Jakarta, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Prasetiya Mulya Jakarta, Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Udayana Bali, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Indonesia (UI).

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia. Menurut Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), acara ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang berbagai hal terkait ilmu pengetahuan dan sains

Acara ini juga bisa membangun dialog antara Timur dan Barat serta bisa memberi solusi tentang permasalahan yang ada. Karena dunia di masa mendatang selain penuh dengan harapan juga penuh tantangan yang perlu dihadapi.

Mau tahu siapa saja peraih nobel yang bakal hadir? Ini dia daftarnya:

  • Prof Eric Stark Maskin, penerima Nobel Ekonomi 2007

Profesor yang meletakkan dasar-dasar teori desain mekanisme ini telah bergelut dalam teori ekonomi seperti teori permainan, teori ekonomi insentif, kontrak dan termasyhur terutama berkat tulisannya tentang desain mekanisme/teori implementasi dan permainan dinamis.

  • Jose Manuel Barroso peraih Nobel Perdamaian 2012

Dia merupakan Presiden ke-11 Komisi Eropa. Dia berkontribusi terhadap kemajuan perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa selama lebih dari enam dekade. Dia ditunjuk menjadi Perdana Menteri Portugal pada April 2002 dan mengemban jabatannya hingga Juli 2004 ketika ia dipilih Parlemen Eropa sebagai Presiden Komisi Eropa. Pada September 2009, ia terpilih secara mutlak untuk masa jabatan kedua.

  • Prof Sheldon Lee Glashow, penerima Nobel Fisika 1979

Dia meraih Nobel Fisika atas usahanya dalam merumuskan teori electroweak yang menjelaskan kesatuan elektromagnetisme dan gaya lemah. Sepanjang kariernya di UC Barkeley dan Universitas Houston dan Boston, dia telah melakukan penelitian di bidang fisika partikel elementer dan kosmologi yang menghasilkan prediksi arus netral, charmed particles, dan vektor boson menengah.

  • Dr Sir Richard J Roberts, penerima Nobel Kedokteran 1993

Pakar kedokteran ini mulai meneliti enzim restriksi Tipe II yang baru ditemukan pada 1972. Beberapa tahun kemudian lebih dari 100 enzim serupa ditemukan. Dia sekarang fokus pada identifikasi enzim restriksi dan methylase genes dalam database GenBank dan pengembangan metode cepat untuk menguji fungsinya.

  • Prof Robert Fry Engle III, penerima Nobel Ekonomi 2003
  • Prof Jerome Isaac Friedman, penerima Nobel Fisika 1990
  • Dr. Peter Agre, penerima Nobel Kimia 2003

Penyerang Polisi di Cikokol Diduga Anggota ISIS

Junaedi (23), warga yang biasa mengantar es batu ke Kawasan Pendidikan Cikokol, Tangerang, dikejutkan dengan perselisihan antara seorang pemuda dan beberapa polisi, Kamis (20/10/2016) pagi tadi.

Perselisihan bermula ketika pemuda yang belakangan diketahui berinisial SA (21) itu menempelkan sesuatu ke dinding pos polisi yang berada di depan Kawasan Pendidikan Cikokol.

“Masih muda banget orangnya, putih lagi. Dia naik motor terus nempelin apa gitu, saya enggak kelihatan, terus disamperin polisi,” kata Junaedi yang kami temui di sekitar lokasi kejadian.

“Kayaknya polisi nanya-nanya, terus minta dilihatin surat-surat kendaraan. Tahu-tahu, itu orang langsung nyerang polisi, ditusuk,” sambung dia.

Benda yang ditempel SA di dinding pos polisi itu adalah stiker berbentuk lingkaran dengan gambar mirip lambang ISIS.

Tidak lama setelah itu, Junaedi yang sedang mengendarai mobil bak terbuka berisi es batu itu dilarang melintas oleh polisi.

Sekilas, dia sempat melihat pemuda yang tadi masih berseteru dengan polisi. Perselisihan semakin menjadi karena SA tidak mau mengalah dan ditenangkan oleh polisi.

Hingga Junaedi mendengar suara seperti bunyi petasan sebanyak tiga kali.

“Saya kira bunyi petasan, ternyata bunyi tembakan. Langsung saya gemetaran, enggak berani dekat-dekat lagi. Tapi, saya lihat si pelaku itu sudah kena tembak di kaki masih bisa jalan ke pohon-pohon dekat pos, terus kena tembak sekali lagi, baru roboh di dekat pohon,” tutur Junaedi.

Ia mengaku tidak tahu bahwa pemuda yang dia lihat itu diduga terlibat dengan jaringan kelompok radikal ISIS.

Dia pun baru tahu kalau ada bom pipa yang diduga aktif turut dibawa oleh SA ke sana menggunakan tas ransel.

Saksi mata lainnya, Marisa (24), sempat mendengar seseorang yang berteriak lantang di dekat lokasi.

Namun, dia tidak tahu pasti siapa yang berteriak. “Ada orang yang bilang, ‘Ada bom,’ begitu. Seram sekali ya,” ujar Marisa.

Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Irman Sugema sebelumnya juga membenarkan adanya dua bom pipa yang diduga masih aktif.

Namun, bom tersebut belum sempat meledak. Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang dibawa oleh SA.

Barang tersebut, selain dua bom pipa, juga ada golok yang dia pakai untuk menusuk tiga anggota polisi.

Anggota polisi yang diserang pertama-tama adalah Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang, Inspektur Satu Bambang Haryadi dan anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Tangerang, Bripka Sukardi.

Tak lama kemudian, Kapolsek Tangerang Komisaris Effendi yang berada tidak jauh dari lokasi berusaha menahan SA. Namun, Effendi malah ikut diserang.

Bambang, Sukardi, dan Effendi mengalami luka tusuk dalam serangan ini. Effendi mengalami luka tusuk di bagian dada.

Sementara itu, Bambang mengalami luka di dada kiri dan punggung kiri, sedangkan Sukardi terluka di punggung kanan serta lengan kanan.

Ketiganya kini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang.

Adapun SA yang ditembak di kaki dan perutnya, telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur dengan kondisi sekarat.

Polisi masih mendalami motif atau alasan SA secara tiba-tiba menyerang polisi. Bom pipa, golok, dan stiker yang dibawa oleh SA juga telah diamankan oleh tim Gegana Polda Metro Jaya.